rerirarara on YouTube

Loading...

Wednesday, June 20, 2018

If you really love me, pray for me.

Sunday, April 8, 2018

I hope life has taught you well
How to really love
To be mature enough
To lower down your ego

I hope you have learnt so much
From all the pain
And all the blessings

I hope that you fight for what you love
And get what you deserve

Wednesday, March 14, 2018

D-1

14 Maret 2018
Post ini hanya akan dipublish jika tim IBA kami lolos babak Asia Pasifik.

Malam ini kami pulang dari kampus jam setengah 10 malam, cukup 'pagi' jika dibandingkan dengan malam-malam sebelumnya selama 2 bulan terakhir. Besok jam 1 siang adalah pertarungan terakhir kami.

Hingga Desember 2017, tak pernah terbesit sekali pun dalam hidupku kalau aku akan mengikuti kompetisi seperti ini, apalagi aku sekarang adalah mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen.

Aku cukup mengenal kompetisi ini karena teman-temanku banyak yang telah mengikutinya. Namun, tidak pernah sekali pun aku tertarik untuk mengetahui lebih dalam apa yang mereka lakukan. Di 2016, aku melihat sekilas data yang diberikan dan sedikit memberi info dan pendapat. Aku hanya ikut bangga saat tahu mereka juara se-Asia Pasifik dan berangkat ke babak final di Kanada. Aku tahu bagaimana perjuangan mereka sehingga kemenangan itu memang pantas untuk mereka. Dari tahun itu hingga IBA 2017, aku melihat malam latihan terakhir tim ITB sebelum bertanding keesokannya.

2018, Allah menakdirkanku untuk bergabung dalam tim. Aku bersyukur dapat bertemu dan mengenal dengan begitu dalam teman-teman yang baik-baik dan menyenangkan ini. Semuanya sholeh dan sholehah, pintar dan hebat-hebat. Begitu berdedikasi dan mendukung satu sama lain. Aku beruntung bisa berada di tengah-tengah mereka. :)

Semoga Allah mengijabah doa kita, menghebatkan kita, memudahkan kita mendapatkan hasil yang maksimal tanpa penyesalan. Aaamiiin. Insya Allah.

Terima kasih ya Allah. :)

Tuesday, December 26, 2017

2017

Tahun ini diawali dengan suatu kejelasan. Apa yang telah menjadi pertanyaanku selama setahun belakangan akhirnya terjawab sesuai, bahkan melebihi harapan. Segala yang aku inginkan, terjadi. I couldn't ask for more. Namun aku berusaha diam karena ini adalah sesuatu yang ditentang semua orang. Tidak ada lagi roller coaster, sekarang saatnya bersyukur dan ikhlas dengan apapun yang akan terjadi kemudian. "Beruntung tapi sial." Aku tahu kebahagiaan ini cuma bisa hinggap sebentar, setidaknya untuk sementara, karena kejelasan ini masih berujung pada ketidakjelasan. Masih banyak tantangan yang harus diselesaikan masing-masing. Aku sadar bahwa perjalanannya butuh waktu yang tidak sebentar dan segala hal bisa terjadi dalam prosesnya. Aku kira pada satu titik aku akan mengakhiri ini dengan dewasa, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Apapun yang aku lakukan, hal ini menghantuiku hingga kini. Sepertinya hanya waktu yang bisa memperbaiki ego ini. Bagaimanapun akhirnya, aku percayakan pada Tuhan Yang Maha Kuasa yang tahu betul apa yang baik buatku.

Walau hanya berlangsung sesaat, ini membuatku akhirnya berani memutuskan untuk menjalankan rencanaku dari bertahun-tahun lalu, untuk keluar dari zona aman. Di pertengahan tahun aku pun melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya pada bidang yang begitu berbeda. Mengambil risiko dan merasa melakukan hal yang tepat. Memulai kehidupan baru ini terasa sulit pada awalnya, apalagi tanpa orang yang paling mendukungku melakukannya. Namun alhamdulillah itu tidak berlangsung lama. Aku dikelilingi orang-orang baik dan hangat. Mendapat nilai tidak semudah yang kukira, dan pada akhirnya alhamdulillah hasilnya tidak seburuk yang kukira.

Akhir tahun kembali dihadapkan oleh dilema. Pada awalnya aku cukup yakin untuk fokus belajar dan melepaskan pekerjaanku, namun saat semester awal hampir berakhir aku kembali berpikir, aku tetap memiliki kewajiban menafkahi diri sendiri dan tidak menyusahkan orang lain. Aku pun kembali mengambil tanggung jawab, dan kali ini lebih banyak dan berat dari yang pernah aku emban sebelumnya. Banyaknya tanggung jawab ini kuanggap lebih sebagai rezeki. Kesempatan untuk menantang diri sendiri ke kapasitas maksimalnya. Walau cukup bikin khawatir sampai kebawa mimpi, aku akan berusaha semaksimal aku bisa. InsyaAllah. Bismillah, welcome 2018! 😊